Sudah Tahukah, Penyebab Nyeri Saat Berhubungan Seks ?

Nyeri Saat Berhubungan Seks
Sudah Tahukah, Penyebab Nyeri Saat Berhubungan Seks ?

Nyeri Saat Berhubungan Seks – Nyeri saat hubungan seks menjadi keluhan yang sangat mengganggu kenikmatan. Apakah Anda pernah atau sering mengalami keluhan tersebut? Jika ya, mengetahui penyebabnya adalah langkah awal untuk mengatasi keluhan tersebut.

Dalam bahasa medis, nyeri saat hubungan seks disebut dengan dyspareunia. Ini merupakan keluhan yang muncul di sekitar alat kelamin, yang terjadi pada awal, saat, atau sesudah melakukan hubungan seks.

Nyeri saat berhubungan seks lebih sering terjadi pada wanita, meski tak menutup kemungkinan untuk juga dialami oleh pria. Fakta menyebutkan bahwa sebesar 46% wanita Amerika Serikat yang aktif melakukan hubungan seksual mengalami keluhan tersebut.

Berikut Penyebab Nyeri Saat Berhubungan Seks

Nyeri saat hubungan seks bisa terjadi akibat berbagai hal. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering:

  • Kurang lubrikasi

Kurangnya cairan “pelumas” merupakan penyebab nyeri saat hubungan seks yang paling sering. Selain kurang foreplay atau pemanasan, keadaan ini juga bisa terjadi jika seorang wanita sedang dalam masa menyusui, menopause, atau mengonsumsi obat-obatan seperti antidepresan, antihistamin, dan obat hipertensi.

  • Cedera atau trauma

Adanya riwayat cedera atau trauma di sekitar alat kelamin dapat menyebabkan nyeri saat Anda melakukan hubungan seks. Misalnya, pada seorang wanita yang melakukan sirkumsisi (sunat), setelah operasi panggul, maupun trauma kecelakaan yang melukai sekitar alat kelamin.

Selain itu, bekas luka yang tidak sempurna setelah melahirkan secara normal juga dapat menyebabkan nyeri pada saat hubungan seks. Hal ini dirasakan oleh sekitar 45% wanita yang berhubungan seksual setelah melahirkan.

  • Penyakit di organ reproduksi

Nyeri pada saat hubungan seks bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah di gangguan reproduksi. Beberapa kondisi adanya gangguan di organ reproduksi yang menyebabkan nyeri saat hubungan seks, antara lain :

  1. Infeksi di sekitar vagina. Salah satu infeksi di sekitar vagina yang sering terjadi adalah kista bartolin. Biasanya seorang wanita akan mengeluhkan adanya benjolan di bibir vagina yang membuatnya tak nyaman. Apabila terjadi infeksi, maka muncul keluhan rasa mengganjal, terasa nyeri hingga panas.
  2. Infeksi kulit sekitar organ reproduksi. Adanya eksim atau masalah kulit lainnya terkadang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri pada saat berhubungan seksual.
  3. Infeksi saluran kemih. Keadaan ini biasanya disertai dengan nyeri perut bawah dan gangguan buang air kecil seperti nyeri, tidak tuntas, tidak dapat ditahan, dan kencing darah.
  4. Radang panggul. Keadaan ini ditandai dengan keputihan yang berbau, nyeri di sekitar punggung bawah, demam, dan demam.
  5. Endometritis. Infeksi di sekitar rahim menyebabkan nyeri pada saat berhubungan seksual. Kondisi ini ditandai dengan demam, nyeri saat buang air kecil, serta perdarahan abnormal dari vagina.
  6. Keganasan. Nyeri saat hubungan seks yang disertai dengan adanya perdarahan abnormal dari vagina bisa menjadi tanda adanya keganasan atau kanker di sekitar mulut rahim.
  • Masalah psikologis

Masalah psikologis juga bisa menjadi penyebab nyeri saat Anda melakukan hubungan seksual. Adanya rasa takut atau khawatir berlebih dapat menyebabkan rangsangan seksual tidak bekerja dengan baik, sehingga lubrikasi atau pelumas tidak diproduksi secara maksimal. Akibatnya, daerah vagina akan kering dan sulit dilakukan penetrasi.

Stres dan depresi juga dapat menyebabkan otot-otot sekitar panggul menjadi tegang sehingga akan terjadi sensasi nyeri saat melakukan hubungan seks. Lebih jauh, kondisi takut atau khawatir bisa menyebabkan seorang wanita mengalami vaginismus. Ini adalah gangguan otot vagina, di mana otot organ tersebut mengencang dengan sendirinya saat penetrasi terjadi.

Itulah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab Nyeri Saat Berhubungan Seks. Karena sebagian besar berhubungan dengan masalah psikologis, akan lebih baik apabila Anda berbicara dengan pasangan mengenai keluhan yang dirasakan. Di samping itu, cobalah juga untuk membuat suasana menjadi lebih santai sehingga rasa nyeri atau keluhan lainnya tidak terjadi. Akan tetapi, apabila keluhan sudah berkali-kali terjadi dan sangat mengganggu keharmonisan hubungan seksual yang dilakukan, ada baiknya Anda dan pasangan berkonsultasi lebih lanjut ke ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau psikiater untuk mencari tahu penyebab maupun cara terbaik mengatasi nyeri saat melakukan hubungan seksual.

No comments yet

leave a comment

*

*

*